Desember 28, 2013

a Visit to Pangandaran dan Cukang Taneuh a.k.a Green Canyon

Sooo singkat cerita, sekitar tanggal 2 Januari 2013  keluargaku mengunjungi sebuah objek wisata di daerah Pangandaran, tepatnya di Kabupaten Pangandaran (FYI, kabupaten ini masih baru berdiri looh). Waktu itu sih sebenernya lagi perjalanan arus balik ke Bogor dari kampung halaman orang tua di Magelang, cuma, ayahku punya ide untuk mampir ke pangandaran dulu sekalian istirahat.

Awalnya ayahku ragu untuk singgah ke pangandaran (ceile "singgah"? :p) soalnya kita sampai Banjar itu udah jam 4 sore. (Info lagi : jalur yang kita lewati itu jalur selatan dan melewati kota Banjar yang terhubung dengan jalan ke pangandaran). Sesuai info yang didapat (telpon kenalan yang tau daerah itu) lama perjalanan sekitar 2 jam dari Banjar, makanya ayahku jadi ragu karena kalau sekarang jam 4 trus nanti nyampe jam 6 dooong? mau liat apa cobaa? kalo nginep kelamaan kapan sampai Bogornya? hihihi..

Setelah perdebatan diskusi sekeluarga akhirnya capcus deh kita jadi ke Pangandaran. Waktu itu masih tanggal 1 Januari jadi nggak heran banyak banget mobil-mobil dan bus yang melaju pada arah berlawanan (habis pada ngerayain tahun baru niih :p). Perjalanannya cukup lama (yaa 2 jam kira-kira gitulah). Jalan yang dilalui pun agak sepi. Kurang lampu penerangan, jadi seperti jalan desa kalau sudah gelap.

2 jam kemudian....
Kami sampai di tujuan. sudah gelap hihihi tentu saja.. Setelah memilih penginapan -yang sudah turun harganya, kami berjalan-jalan sebentar sambil menunggu kamar dirapikan. Seusai berkeliling kami kembali ke penginapan untuk istirahat. Sebelum aku tidur aku sempat menemani adik-adikku makan di warung tenda seafood dekat penginapan. Sekedar mengingatkan, namanya tempat wisata, harga-harga bisa melambung, adik laki-lakiku yang memesan nasi goreng seafood dikenakan biaya Rp25.000,- dan yang lebih WOW lagi, adik perempuanku yang memesan ikan kakap dikenakan biaya Rp70.000,-. Setelah puas makan dan melihat-lihat kami tidur

keesokan harinya...

Pagi-pagi, aku, bibiku, dan adik perempuanku bergegas menuju pantai. Udah rame banget di sanaa.. ga banyak yang dilakukan karena aku malas basah-basahan jadi aku dan bibiku cuma menikmati pemandangan dan beberapa butir cilok sambil menunggu adik perempuanku berjalan-jalan menggunakan kuda.

Pantai Pangandaran

Another point of view, waktu lagi perjalanan keluar pantai dan menuju cukang taneuh.

Setelah berbenah kami melanjutkan perjalanan menuju Green Canyon a.k.a Cukang Taneuh. Sebuah Objek wisata yang mmm.. aku juga kurang tau nih.. coba kita tanya mbah wikipedia..

Cukang Taneuh atau Green Canyon adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis ± 31 km dari Pangandaran. Objek wisata ini merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus gua dengan stalaktit dan stalaknit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Cukang_Taneuh

beberapa foto  yang diambil di sana di antaranya..
Pintu masuk
Tampak kapal yang digunakan untuk menuju lokasi gua Cukang Taneuh



Pemandangan dari dalam kapal

Arus deras di dalam gua

Beginilah pemandangan di dalam gua

Pemandangan mulut gua jika dilihat dari dalam gua

sisi lain mulut gua

seekor biawak yang tengah berenang
Oh ya, karena kebetulan waktu keluargaku ke sana habis hujan, airnya jadi coklat. Menurut orang yang membawa kapalnya sih airnya biasanya berwarna hijau. Btw, sungai ini cuku dalam loh sekitar 10-15 meter katanya :o.


Untuk menuju objek wisata kita harus menggunakan perahu kecil seperti pada foto. Satu perahu maksimal untuk 6 (enam) jiwa dikenakan biaya Rp135.000,-. Penggunaan jiwa digunakan di sini karena tiap jiwa dihitung biaya asuransinya, jadi anak kecil tetap dihitung satu jiwa kaaan?.

Bagi yang ingin berenang di dalam gua untuk setiap setengah jam biayanya Rp100.000,-. PAda kunjunganku kali ini tidak ada yang berenang, wong baju masih umpel-umpelan di dalem tas di mobil.


Sekiaaaan ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar