Hari ini, sekitar pukul 9 aku tiba di stasiun kuning tempatku menunggu kereta. Kereta commuter ketika itu masih di Manggarai, sehingga aku harus menunggu sekitar 30 menit hingga keretaku tiba. Ketika aku sedang menunggu, sekitar pukul 9 lewat 15 lewatlah rangkaian kereta ekonomi. Aku tidak begitu memperhatikan kereta tersebut, malas rasanya kalau aku nanti diganggu para penumpang atapnya yang sering iseng berteriak-teriak mengomentari para penumpang yang menunggu kereta. Kereta itu baru akan selesai melewati stasiun kuningku ketika kemudian beberapa penumpang atap ramai berteriak, "ADA YANG JATUH ! ADA YANG JATUH!!". Orang-orang di sebelahku refleks menegok ke ujung lain dari stasiun. Begitupun para petugas penjaga karcis. Beberapa petugas tampak sedikit ragu untuk memercayai perkataan mereka karena terlihat seperti tidak ada apapun di ujung lain dari stasiun. Butuh waktu cukup lama hingga kemudian petugas tersebut bercerita kepada temannya sesama petugas penjaga peron seberang bahwa di ujung lain dari stasiun tampak beberapa orang berkerumun dan menggotong seseorang.
aku takut.
ketika gerombolan itu melewati barisan kursiku aku tak berani memandang.. Namun dasar, dalam diriku masih tersimpan rasa penasaran. Aku memberanikan diri melirik. Untung saja, aku tak melihat sesuatu yang buruk. tentu saja karena yang kulihat hanyalah baju ungu korban itu dan tangannya yang kurus dan lemas.
Aku adalah tipe orang yang sering membayangan hal-hal yang tidak penting dan bahkan menyeramkan. Semua itu terjadi berkaitan dengan apa yang kulihat atau baca. Imajinasiku kurasa begitu liar sehingga aku bisa saja membayangkan hal aneh yang mengerikan bahkan mungkin sedikit psycho. Astagfirullah. Aku memang sepertinya harus membatasi apa yang kulihat. Karena alasan inilah aku enggan menonton film horor lagi, apalagi film bergenre gore. Hiiiy... aku bisa makin membebaskan imajinasi dan bayangan-bayangan aneh merasuki pikiran. Kalau sudah begini siapa yang rugi? Tentu saja aku sendiri ! Menjadi takut akan hal-hal yang tidak mungkin.
a diary and (going to be) a travel journal of an Indonesian girl nicknamed sasaQrenz
April 25, 2012
April 21, 2012
Just an awesome web !
i got this from my old highshool Islamic organization group..
click this ---> productivemuslim .. It's a great websites ! Leading us being productive and building productive Ummah. Islam as our lifestyle ! Go productive and stop being a procrastinator !! Spirit uppp !! (i got spirited up as well now)
click this ---> productivemuslim .. It's a great websites ! Leading us being productive and building productive Ummah. Islam as our lifestyle ! Go productive and stop being a procrastinator !! Spirit uppp !! (i got spirited up as well now)
Sedikit cerita di stasiun kuning
Aku baru saja sampai di stasiun kuning ketika kemudian terdengar keributan dari dalam. Aku tak begitu memeperhatikan karena yang ada di pikiranku adalah keinginan untuk tiba di rumah secepat aku bisa. Aku hanya tahu ketika itu sebuah kereta jalur satu yang mengarah ke arah stasiun Bogor tengah berdiam dan tamapak pula segerombolan penumpang memenuhi jalan keluar masuk peron. Aku masih sedang mengantri di loket ketika kemudian terdengar bentakan dan keluhan bernada amarah dari belakangku, tepatnya dari kerumunan penumpang yang sedari tadi berada di peron. Aku menoleh. Aku masih berusaha untuk mencerna keadaan. Para penumpang itu, pria-pria paruh baya yang terus menerus meneriakkan amarahnya pada petugas stasiun. memukul kaca loket dan memaki. "KORUPSI !! BUAT APA BAYAR PAJAK !! ANDA KORUPSII !!" Begitulah kira-kira kalimat yang terus menerus keluar dari mulut mereka. Sempat terdengar pula himbauan dari announcer stasiun agar mereka kembali ke dalam kereta namun himbauan itu hanyalah angin lalu. Mereka masih terbakar emosi. Aku hanya diam. Sempat telintas di kepalaku bahwa aku mungkin tak dapat pulang hari itu. "Apa sebenarnya yang terjadi?", batinku.
Rupa-rupanya ketika itu kereta tengah mengalami gangguan. Ada kereta ekonomi yang mogok di stasiun Depok sehingga mengharuskan kereta-kereta di belakangnya untuk mengantri. Aku sudah beberapa kali mengalami adanya gangguan perjalanan kereta, namun baru kali ini aku melihat orang-orang marah dan mengamuk akan hal ini. Kuakui memang, perjalananku yang seharusnya hanya memakan 35 menit terulur hingga 1 jam lebih. Melelahkan memang, berdiri berjejalan selama itu tapi aku cukup beruntung jika dibandingkan dengan mereka yang menginjakkan kakinya di kereta ini jauh sebelum aku.
Rupa-rupanya ketika itu kereta tengah mengalami gangguan. Ada kereta ekonomi yang mogok di stasiun Depok sehingga mengharuskan kereta-kereta di belakangnya untuk mengantri. Aku sudah beberapa kali mengalami adanya gangguan perjalanan kereta, namun baru kali ini aku melihat orang-orang marah dan mengamuk akan hal ini. Kuakui memang, perjalananku yang seharusnya hanya memakan 35 menit terulur hingga 1 jam lebih. Melelahkan memang, berdiri berjejalan selama itu tapi aku cukup beruntung jika dibandingkan dengan mereka yang menginjakkan kakinya di kereta ini jauh sebelum aku.
Langganan:
Postingan (Atom)