Aku baru saja sampai di stasiun kuning ketika kemudian terdengar keributan dari dalam. Aku tak begitu memeperhatikan karena yang ada di pikiranku adalah keinginan untuk tiba di rumah secepat aku bisa. Aku hanya tahu ketika itu sebuah kereta jalur satu yang mengarah ke arah stasiun Bogor tengah berdiam dan tamapak pula segerombolan penumpang memenuhi jalan keluar masuk peron. Aku masih sedang mengantri di loket ketika kemudian terdengar bentakan dan keluhan bernada amarah dari belakangku, tepatnya dari kerumunan penumpang yang sedari tadi berada di peron. Aku menoleh. Aku masih berusaha untuk mencerna keadaan. Para penumpang itu, pria-pria paruh baya yang terus menerus meneriakkan amarahnya pada petugas stasiun. memukul kaca loket dan memaki. "KORUPSI !! BUAT APA BAYAR PAJAK !! ANDA KORUPSII !!" Begitulah kira-kira kalimat yang terus menerus keluar dari mulut mereka. Sempat terdengar pula himbauan dari announcer stasiun agar mereka kembali ke dalam kereta namun himbauan itu hanyalah angin lalu. Mereka masih terbakar emosi. Aku hanya diam. Sempat telintas di kepalaku bahwa aku mungkin tak dapat pulang hari itu. "Apa sebenarnya yang terjadi?", batinku.
Rupa-rupanya ketika itu kereta tengah mengalami gangguan. Ada kereta ekonomi yang mogok di stasiun Depok sehingga mengharuskan kereta-kereta di belakangnya untuk mengantri. Aku sudah beberapa kali mengalami adanya gangguan perjalanan kereta, namun baru kali ini aku melihat orang-orang marah dan mengamuk akan hal ini. Kuakui memang, perjalananku yang seharusnya hanya memakan 35 menit terulur hingga 1 jam lebih. Melelahkan memang, berdiri berjejalan selama itu tapi aku cukup beruntung jika dibandingkan dengan mereka yang menginjakkan kakinya di kereta ini jauh sebelum aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar